Senin, 28 April 2008

Perkembangan Ilmu Antropologi

Manusia beserta kebudayaan merupakan bahan kajain Antropologi,khususnya di Indonesia perkembangan Antropologi dimulai dengan penelitian adapt-istiadat,sistem kepercayaan,struktur social dan kesenian dari suku-suku diwilayah nusantara.Perkembangan Antropologi dibagi menjadi beberapa fase yaitu pertama,kedua,ketiga dan keempat.

Dalam fase pertama sekitar abad ke 15 sampai abad ke 16 bangsa Eropah mulai berlomba-lomba mencari daerah baru dibelahan dunia,mulai dari Afrika,Asia,Amerika sampai ke Australia,dan dalam perjalanan inilah didapat bahn etnografi (dekripsi tentang bangsa-bangsa).sebenarnya etnografi tadi sudah ada sebelum bangsa Eropah berlayar yaitu dalam perjalanan Ibnu Batuta 1330 dengan sebuah perahu yaitu perahu jalba,satu ari kapal laut yang melegenda dilaut merah yang terbuat dari bilahan papan yang dipoles minyak ikan hiu agar anti air.setelah perjalanan Ibnu batuta,125 tahun kemudian barulah para penjelajah Eropah seperti chistopher Columbus,vasco de gama dan maghelhan berlayar.Pada saat itu Ibnuu Batutah tidaklah dibekali dengan keilmuan yang mendukung penjelajahan seperti astronomi ataupun kelautan ,tetapi ilmu yang dimilikinya hanya ilmu-ilmu fikih dan sastra arab.Ibnu Batutah merupakan seorang teologis,sastrawan puisi dan cendikiawan tidak seperti Columbus ataupun marcopolo yang merupakan seorang petualang yang sebenarnya.Petualang Ibnu Batuta jaraknya sangatlah panjang dibanding perjalanan marcopolo dan penjelajah siapa pun sebelum ditemukannya mesin uap,panjang jaraknya kurang lebih 72.000 mil.Ibnu Batuta merupakan penjelajah yang luar biasa,ia menjadi penjelajah yang sangat berpengalaman.perjalannya meliputi Spayol,Rusia,,Turki,Persia,India,Cina,Indonesia khususnya di samudra pasa (Aceh) dan beberapa Negara muslim lainnya.Ibnu Batuta didlam perjalanannya mendeskripsikan kondisi spiritual,politik dan social Negara-negara yang disinggahinya dan mengilustrasikannya dengan sentuhan satra yang berupa irama berpuisi.seperti halnya di samudra pasai ketika Ibnu Batuta singgah di serambi mekkah ini ia menulis samudra pasai sebagai negri yang menghijau serta kota besar yang indah dan ia pun mencatat bahwa samudra pasai merupakan pusat studi islam di Asia Tenggara pada saat itu.

Dan barulah bangsa Eropah berlayar setelah kemenangan raja ferdinan II dan permaisurinya Issabella Castile terhadap kerajaan isalam yang terakhir di Andalusia yaitu Granada setelah memancarkan kemilau kerajaan sampai kepenjuru Eropah.Saat itulah Isabella Castile memberikan 3 buah kapal kepada vasco de gama untuk melakukan pelayaran guna mencari daerah-daerah baru.Karena pada saat itu bangsa-bnagsa konstanti nopel dikuasai oleh bangsa turki,yang mengakibatkan bangsa Eropah tidak bisa bedagang kewilayah timur melalui jalur tradisional yang kemudian bangsa-bnagsa eropah mencari jalan baru melalui kutub utara ataupun melalui afroka selatan untuk sampai ke Asia Tengah dan dari rombongan-rombongan pelayaran inilah didapat bahan-bahan etnografi dari berbagai suku bangsa diluar Eropah.seperti saja hasil dari perjalanan marcopolo,ia menemukan hal-hal yang aneh diluar kebiasaan bangsa eropah seperti di istana khu bilai khan,sudah digunkannya uang kertas yang sah yang dikeluarkan kerajaan yang mempunyai nilai yang bermacam-macam dan adanya pengiriman surat yang sudah sangat teratur yang diras sudah sangat maju dibanding bangsa Eropah pada saat itu.dan ia pun menemukan beberapa daerah yang masih tradisional yang dianggapanya primitive seperti saat ia menyinggahi pelabuahn perlac di aceh,walaupun didaerah pesisir laut maju dan dikunjungi pedagang-pedagang India dan penduduk disana mayoritas beragama islam tetapi didaerah jauh dari pesisir masih sangat primitf yang masih melakukan ha-hal yang diharamkan.dan masih banyk daerah-daerah yang masih tertinggal kemajuannya . serta masih banyak hal-hal yang baru yang bangsa eroapah jumpai dalam perjalanan.

Semakin banyaknya suku-suku asing yang dijumpai dalam perjalanan yang kemudian mereka catat dibuku-buku harian ataupun didalam jurnal perjalanan.catatan itu berupa kebudayaaan-kebudayaan bangsa dilluar eropah tadi meliputi adapt-istiadat,susunan masyarakat ,bahasa dan ciri-ciri fisik dari beraneka ragam suku-bangsa diAfrika,Asia,dan suku-suku Indian penduduk pribumi Amerika (koentjaraningrat).Bahan-bahan dekrifsi inilah yang kemudian dikenal dengan etnografi (dekripsi tentang bangsa-bangsa).tetapi dekripsi-dekripsi tadi didalam penulisannya masih banyak dipengaruhi emosi dan banyak terdapat ketidak jelasan dalam penulisannya dan hanya hal-hal yang dirasa bangsa eropah aneh saja yang ditulis disamping ada pula dekripsi yang sudah sangat jelas penulisannya.tetapi dalam keanehan-keanehan itulah yang membuat menarik dan menjadi perhatian orang-orang terpelajar di eropah .menurut koenjaraningrat sejak abad ke 18 timbul pandangan orang eropah 3 macam sikap yang bertentangan terhadap bangsa diAsia,Afrika dan amerika yaitu :

1. Sebagai orang eropah memandang akan sifat kebudayaan dari bangsa-bangsa jauh tadi tiu,dan mengatakan bahwa bangsa-bangsa itu bukuan manusia sebenarnya,bahwa mereka liar,turunan iblis dan sebagainya.denagn demikian timbul istilah-istilah seperti savage,primitives,yang dipakai orang eropah untuk menyebut bangsa-bangsa tadi.

2. Sebagai oaring eropah memandang akan sifat-sifat baik dari bangsa jauh tadi,dan mengatakan bahwa masyarkat bangsa-bangsa itu adalah contoh dari masyarakat yang masih murni ,yang belum kemasukan kejahatan dan keburukan seperti yang ada dalam masyarakat bangsa-bnagsa eropah barat pada waktu itu.

3. Sebagai orang eropah tertarik akan adapt-istiadat yang aneh dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan dari suku-suku bangsa di Afrika,Asia ,Oseania dan Ameriak pribumi tadi.kumpulan-kumpulan pribadi tadi da yang dihimpun menjadi satu,supaya dapat dilihat secara umum,dengan demikian timbul museum-museum pertama tentang kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa diluar eropah.

Yang kemudian pada awal abad ke 19 semakin besar perhatian bangsa eropah terhadap etnografi tadi dan menimbulkan usaha untuk menyatukan seluruh himpunan bahan etnografi.

Dalam fase kedua perkembagan antropologi berada pada pertengahan abad 19.pada pertengahan abad ke 19 ini sidahbanyak ditemukan tulsan-tulisan mengenai dekripsi tentang bangsa-bangsa dan disusun menjadi karangan-karangan brdasarkan perkembanganya dan pola pikir evolusi masyarakat pada saat itu,dimana evolusi itu terjadi secara perlahan dengan jakangka waktu yang sangat lama.

Masih adanya bangsa-bangsa tradisional diluar bangsa eropah yang dikatakan bangsa eropah adalah bangsa primitif ,yang membuat tingkatan kebudayaan masyarakat itu menurut bangsa eropah adalah contoh kebudayan yang rendah dan bangsa eropah lah yang menempati bangsa dengan kebudayaan yang tertinggi.dan sisa-sisa bangsa tradisional tadi masih ada sampai sekarang yangmerupakan warisan kebudayaan kuno.Dengan adanya pola pikir tentang tingkatan ata evolusi masyarakat dan kebudayaannya membuat bangsa-bangsa didunia ini mempunyai tingkat evolusinya masing-masing.Dan pada tahun 1860,banyak bermunculan karangan-karangan tentang bermacam-macam jenis kebudayaan dimuka bumi ini dengan tingkatan atau evolusi masyarakat dan kebudayaannya dan muncullah ilmu antropologi.Setelah bermunculannya karangan-karangan masyarakat dan kebudayaan-kebudayaan bangsa dimuka bumi ini.Dalam penulisannya masih beracuan bahwa bangsa diluar eropah yang masih tradisional adalah bangsa primitif yang jauh tertinggal dan bangsa eropah adalah bangsa yang jauh lebih berkembang dan berada ditingkatan paling tinggi kebudayaanya.dengan adanya pengelompokan itu,membuat bangsa diluar eropah yang masih pimitif tadi menjadi sumber pengetahuan tentang sejarah penyebaran kebudayaan manusia.Berarti dalam fase ini menurut koenjaraningrat antropologi bertujuan akademis dimana mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pamahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.jadi antropologi bertujuan untuk mempelajari manusia beserta kebudayaan dengan tingkat atau evolusi dan penyebaran kebudayaanya.

Tidak ada komentar: